Skip to content

UN GARÇON PAS COMME LES AUTRES (RE-POST)

April 1, 2010

Aku menapakkan kakiku di tempat tinggal baruku, sebuah flat kecil dan lumayan murah (bagi orang perancis mungkin murah) di Kota Paris. Sudah dua minggu aku menetap di Kota Mode ini, dengan memanfaatkan kesempatan dan bekerja keras, akhirnya aku berhasil mendapatkan beasiswa dalam program France – Indonesia Scholarship. Meskipun aku memperoleh uang saku yang cukup, tetapi untuk membeli beberapa keperluan aku membutuhkan uang. Karena itu aku bekerja sambilan di sebuah café.

My_ziggy

Ziggy, il’s apelle Ziggy, je suis folle de lui
La premiere fois que je lai vu, je m ‘suis jetée sur lui dans la rue
J’lui ai seulement dit, que j’avais enuie de lui….

Ziggy, nama cowok itu Ziggy, aku tergila-gila padanya. Sebenarnya namanya Luc, tetapi semua temannya memanggil Ziggy. Dia sangat tampan, wajahnya begitu klasik, hidung aristokrat, tubuh yang tinggi dan tegap, matanya berwarna biru kelabu sangat indah, aku kadang berpikir, mungkin dia keturunan bangsawan Perancis. Pertama kali aku bertemu dengannya merupakan peristiwa yang sangat konyol dan sangat memalukan. Saat itu aku hampir terlambat kuliah, setengah berlari aku mengejar waktu, trotoar yang licin karena hujan semalam membuatku kehilangan keseimbangan, aku pun tergelincir dan jatuh menabraknya, untungnya dia sangat kokoh sehingga kami tidak terjatuh ke trotoar. Aku memeluknya cukup erat, seolah-olah sengaja menjatuhkan diri dalam pelukannya, mukaku merah padam, tetapi dia tersenyum manis dan menuntunku berdiri.

“Lain kali, berhati-hatilah, Nona!” ucapnya waktu itu.

Kejadian itu begitu berkesan bagiku, sepanjang hari wajahnya selalu terbayang dalam pikiranku. Keberuntungan ternyata berpihak padaku, dia tinggal di apartemen di seberang apartemenku. Kami sering berpapasan, dan aku memulai sedikit pembicaraan saat bersama-sama mengantri di pasar swalayan. Aku akhirnya mengetahui namanya adalah Luc, dia bekerja di sebuah toko musik di dalam butik pakaian. Dia begitu menyukai musik dan sangat pandai bergaul. Dalam waktu dua minggu, kami sudah menjadi akrab, dia mengenalkanku pada teman-temannya, dan mulai saat itu, aka pun mulai memanggilnya Ziggy, seperti teman-temannya yang lain. Semakin lama, perasaanku semakin dalam kepadanya.

“Ziggy!” panggilku, aku melihatnya melintas di depan café tenda tempatku bekerja.
“Jadi, kau bekerja disini?” serunya membalas panggilanku.
“Oui! Datanglah sesekali bersama yang lain, minum kopi, mungkin aku bisa mendapatkan bonus tambahan jika membawa tamu” kataku bergurau.
“Pasti, kita kan bersahabat, sampai nanti, aku masih harus bekerja!” serunya. Aku mengangguk dan tersenyum.

Pernah aku tanpa sadar mengungkapkan perasaanku padanya. Dia hanya tersenyum begitu manis tanpa berkata apa-apa. Wajahku memerah, aku tau dia hanya menganggapku teman baik saja, tetapi perasaanku padanya takkan pernah bisa sirna, aku masih mencintainya sama seperti sejak pertama kali aku melihatnya, hampir di setiap halaman buku catatanku bertuliskan namanya. “ Je t’aime Ziggy !” desahku dalam hati.

Il etait quatre heures du matin
J’ etais seulle et j’avais besoin
De parler a quelqu’un. Il m’a dit urens prendre un café
Et on s’est raconte nos vies, on a ri, on a pleure

Ben_balckiest

Semalam aku merasa begitu kesepian, aku merindukan teman-teman dan nenekku di Palembang. Disini aku hampir tidak mempunyai teman karib kecuali Ziggy, kadang-kadang aku ingin berbagi kesedihan dengan orang lain. Aku begitu kesepian dan memutuskan untuk menelponnya.

“Alo! Ziggy, ini Linda, kau masih terjaga?”.
“Oui! Ada apa sayang ?” tanyanya.
“Aku kesepian, aku rindu kampung halamanku”, seruku hampir menangis.
“Ssh…jangan bersedih, datanglah kemari, kita akan berbagi cerita sambil minum kopi!” serunya.
Aku melihat jam weker. Masih pukul 04.00 pagi. Aku segera mengambil jaketku, udara di Paris musim ini sangat dingin, kemudian aku berlari kecil menyebrang menuju apartemennya.

“Silakan masuk sayang!” serunya membuka pintu dan mengecup kedua pipiku.

Aku menangis tersedu menumpahkan kesedihanku di pundaknya, dia mengusap kepalaku dan menghiburku, kemudian menceritakan lelucon-lelucon kecil tentang teman-temannya hingga membuatku tertawa, akhirnya aku tertidur dalam pangkuannya yang hangat.

Ziggy, Il s’apelle Ziggy.
C’est mon seul ami.
Dans sa téte y’a qued’ la musique.
Il vent disques dans une boutique.
On dirait qu’il vit dans une autre galaxie.

Ben_mirror_2

Aku membuka mataku, tearasa agak berat.
“Bon matin! secangkir kopi hangat ” seru Luc menyapaku. Aku baru sadar kalau tertidur di apartemen Luc.
“Bon matin mon ami, merci beacoup !” seruku menerima cangkir darinya.
“Apakah kau menyukai musik, Linda ?” tanya Luc sambil memutar CD playernya. Suara merdu Céline Dion mengalun dengan indah.
“Oui, aku suka lagu pop dan ballad, aku orang yang sentimentil” jawabku.
“Kalau aku sangat menyukai musik, hampir semua jenis musik aku sukai” ucap Ziggy.
“Tentu saja Ziggy, kau kan bekerja dengan musik setiap hari” ujarku tertawa
“Aku akan menciptakan sebuah lagu untukmu, Linda, sehingga jika kau bersedih, kau dapat mendengarnya dan kembali ceria” serunya.
“Aku senang sekali” kataku terharu, cowok ini benar-benar baik hati.
“Musik adalah hidupku, aku berharap suatu saat nanti salah satu laguku akan dinyanyikan oleh penyanyi terkenal, Céline Dion misalnya !” serunya berkhayal.
“Dasar pemimpi !” seruku tertawa, menimpuknya dengan bantal, dia menghindar dan membalas menimpukku dengan bantal. Oh Tuhan betapa aku mencintai pria ini.
“Hei ! ada apa ? mengapa kau nenatapku seperti itu ? ada yang salah ?” tanyanya bingung.
“Tidak apa-apa, Ziggy ! kau adalah teman terbaik yang pernah kumiliki, mon seul ami !” jawabku.
“Mengapa sih kau ikut-ikutan memanggilku Ziggy !” serunya pura-pura cemberut, wajahnya lucu sekali.
“Oui, Ziggy from other galaxy !” cibirku, dia melemparku dengan bantal.
“Jangan lupa mampir ke butik setelah kau pulang kerja ya !” seru Ziggy mengingatkan sebelum aku meninggalkan apartemennya. Aku kembali dengan perasaan hangat, je t’aime Ziggy !.

tous les soirs Il m’emmene danser.
Dans des endroits trés tres gais.
ou il a des tas d’amis.
Oui, je sais, il aime les garçons
je devrais me faire une raison, essayer de l’oublier,….mais

Aku berlari kecil menuju butik tempat Luc bekerja, karena pengunjung cukup ramai, cafe tempatku bekerja tutup sedikit lebih lama dari semestinya. Aku menemukannya berdiri menungguku di depan Butik Armani tempat dia bekerja.
“Pardon moi !” seruku meminta maaf.
“Pasti pengunjungnya ramai kan? ” tukasnya menebak.
“Oui, banyak bonus !” seruku tertawa.
“Ayo tuan putri !” serunya mengulurkan tangan, sambil berjalan kami menari-nari bagai sepasang anak kecil , kami menuju Les Bleu, sebuah klub tempat Luc biasa mengajakku berdansa, menari dan bergembira, tempat yang mengasikkan, begitu meriah, penuh dengan cahaya lampu, disana teman-teman Luc berkumpul. Begitu kami masuk, kami langsung disamput oleh teman-teman Luc.
Dia tampak terkejut saat melihat seorang cowok, kemudian memeluk pria itu dengan erat, dan mereka pun berdansa dengan mesra. Ya! memang benar, Luc adalah seorang gay, dia menyukai sesama lelaki, seharusnya alasan ini cukup bagiku untuk segera melupakan cintaku padanya. Luc mengatakannya dengan jujur padaku setelah untuk ketiga kalinya tanpa sadar aku mengutarakan cinta padanya. Dia sangat terbuka akan kehidupan pribadinya itu, seharusnya aku lebih baik mencoba untuk melupakan cintaku padanya, tetapi…..

Ziggy, il s’apelle Ziggy.
Je suis fole de lui
C’est un garçon pas comme les autres.
Mais moi je ‘aime c’est pas d’ ma faute.
Même si je sais, qu’il ne m’ aimera jamais

“Ziggy !” aku memanggil Luc, dia menoleh ke arahku. Aku menunjukkan jam dinding telah menunjuk kearah pukul 2 dini hari, dia tersenyum. mengucapkan beberapa patah kata, sebelum mengecup pipi cowok teman istimewanya itu.

Dia menghampiriku.
“Waktunya pulang Tuan Putri ?” tanyanya.
Aku mengangguk, “Let”s go home !” serunya dengan kocak, kami semua tertawa melihatnya.
Oh Ziggy, dia benar-benar pria yang lain dari pria-pria yang pernah ku kenal, aku tidak pernah menyesal mencintainya sepenuh hati, meski aku sangat menyadari, dia tidak akan pernah mencintaiku sebagaimana aku mencintainya.

http://www.youtube-nocookie.com/v/LmvseIfJFqA&hl=en_GB&fs=1&rel=0&color1=0x5d1719&color2=0xcd311b&border=1

DOWNLOAD CELINE DION – UN GARÇON PAS COMME LES AUTRES MP3

Advertisements
Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: